Rumi: Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya
Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ...
Rumi: Berpuasa: Menanti Perjamuan-Nya
Ada yang terasa manis tersembunyi di balik laparnya lambung Insan itu tak ubahnya sebatang seruling. Ketika penuh isi lambung seruling, tak ...
Rumi: Merdeka Ketika Berserah Diri
Semula ingin kuceritakan padamu kisah hidupku,tetapi gelombang kepedihan tenggelamkan suaraku. Kucoba utarakan sesuatu, tetapi pikiranku raw...
Rumi: Rasa Sakit: Menyiapkan Hati
Ketika rasa-sakit memasuki hati, dan menyergap rasa senangmu, ketahuilah, ia sedang menyiapkan jalan bagi datangnya kebahagiaan. Cepat sekal...
Rumi: Bahkan Isa putra Maryam pun Menyingkir
Inilah kisah tentang Isa putra Maryam, ketika dia menghindar dari orang-orang dungu, menjauh, hendak mengungsi, ke puncak sebuah gunung. Is...
Rumi : Pantulan Cahaya yang Mempesonamu
Rumi: Kulliyat-e Syams Sang hamba kecintaan makhluk, yang dulu disanjung-puji dunia, kini malah ditalaknya, gerangan apa salahnya? Itu karen...
Rumi: Gemericik Suara Air
Amal Sejati itu milik Lelaki yang mengidamkan Dia, dan demi kepentingan amal dari sisi-Nya, telah diceraikannya semua amal yang lain. Mereka...
Rumi : Cahaya dan Bayangan
Rumi: Divan-i Syamsi Tabriz, Ghazal 2155 Tak mungkin suatu semesta terpisah dari semesta-semesta lainnya. Tidak mungkin basah terpisah dari ...
Rumi : Mereka yang Telah Mati
Para pecinta, yang dengan ikhlas mati dari diri mereka sendiri: mereka bagaikan gula, di hadapan Sang Kekasih. Pada Hari Perjanjian, [1] m...